Mata Glukoma Dan Faktor Resikonya

Mata Glukoma Dan Faktor Resikonya

Penyakit  mata glukoma seperti yang kita ketahui mampu merenggut penglihatan seseorang, mengetahui jenis penyakit glaukoma dan pencegahannya dapat mengantisipasi hal tersebut terjadi pada diri anda. Penyakit mata glukoma mengacu pada sekelompok gangguan pada mata yang biasanya memiliki sedikit atau tidak ada gejala awal yang nampak dan akhirnya menyebabkan kerusakan pada saraf optik yang membawa informasi dari mata ke otak yang bisa menyebabkan kebutaan.

Mata Glukoma adalah suatu keadaan dimana tekanan bola mata merusak saraf optik. Biasanya tekanan bola mata yang tinggi akan merussak berangsur-angsur serabut saraf optik sehingga mengakibatkan terganggunya lapangan penglihatan. Terdapat berbagai keadaan mengenai hubungan tekanan bola mata dengan kerusakan saraf mata.
Tekanan bola mata umumnya berada antara 10 – 21 mmHg dengan rat-rata 16 mmHg. Tekanan bola mata dalam sehari dapat bervariasi yang disebut dengan variasi diurnal. Pada orang tertentu tekanan bola mata dapat lebih dari 21 mmHg yang tidak pernah disertai kerusakan serabut saraf optik (hipertensi okuli).
Tekanan bola mata pada glukoma tidak berhubungan dengan tekanan darah. Tekanan bola mata yang tinggi akan mengakibatkan gangguan pembuluh darah retina sehingga mengganggu metabolisme retina, yang disusul kematian saraf mata. Pada kerusakan serat saraf retina akan mengakibatkaan gangguan pada fungsi retina. Bila proses berjalan terus, maka lama kelamaan penderita akan buta total. Pada mata glukoma akut akan terjadi penurunan penglihatan mendadak disertai dengan rasa sakit dan mata yang sangat merah.

Mata Glukoma Dan Faktor Resikonya

Mata Glukoma Dan Faktor Resikonya

Gangguan penglihatan ini lebih sering menyerang mereka yang berusia di atas 40, namun tidak menutup kemungkinan juga dapat dialami bayi dan remaja. Mata Glukoma merupakan penyebab kebutaan nomor dua setelah katarak. Karena saluran cairan yang keluar dari bola mata terhambat, maka bola mata akan membesar dan menekan saraf mata yang berada di belakang bola mata. Akibatnya, saraf mata tidak mendapatkan aliran darah dan lama-lama akan mati.

Penyebab
Tidak diketahui hingga kini, tetapi usia, kebiasaan merokok dan keturunan dipercaya sebagai faktor pemicu. Bila ayah atau ibu kita mengidap mata glukoma, maka besar kemungkinan kita akan terkena glukoma di usia lanjut. Mereka yang mengidap diabetes atau pengguna steroid jangka panjang juga rentan terkena glukoma.

Gejala
Mata Glukoma menyerang saraf mata secara perlahan sehingga sulit disadari. Dalam kondisi akut, tekanan bola mata meninggi secara mendadak dan menyebabkan pusing, sakit di sekeliling mata dan wajah, serta penglihatan menjadi berkurang. Pada penderita akut biasanya akan melihat pelangi di sekitar lampu dan merasakan mual.

Glukoma bisa menyerang siapa saja. Bagi Anda yang beresiko tinggi, sejak usia 35 tahun disarankan untuk memeriksakan mata Anda secara teratur, berikut adalah yang mempunyai resiko terkena mata glukoma :

  • Riwayat glaukoma di dalam keluarga (ada salah satu keluarga yang terkena)
  • Tekanan bola mata tinggi
  • Miopia (rabun jauh)
  • Diabetes (kencing manis)
  • Hipertensi (tekanan darah tinggi)
  • Migrain atau penyempitan pembuluh darah otak (sirkulasi buruk)
  • Kecelakaan/operasi pada mata sebelumnya
  • Menggunakan steroid (cortisone) dalam jangka waktu lama
  • Usia lebih dari 45 tahun

Pengobatan
Mata Glukoma akut harus ditangani sesegera mungkin karena dapat menyebabkan kebutaan permanen dalam waktu satu sampai lima hari. Untuk segera mengurangi tekanan dalam bola mata, dokter memberi obat tetes. Ketika tekanan sudah berkurang, mata dilaser untuk membuat saluran kecil pada sclera agar cairan dalam bola mata dapat mengalir keluar.

Pencegahan

Tidak ada tindakan yang dapat mencegah terjadinya glaukoma sudut terbuka.
Jika penyakit ini ditemukan secara dini, maka hilangnya fungsi penglihatan dan kebutaan bisa dicegah dengan pengobatan. Orang-orang yang memiliki resiko menderita mata glukoma sudut tertutup sebaiknya menjalani pemeriksaan mata yang rutin dan jika resikonya tinggi sebaiknya menjalani iridotomi untuk mencegah serangan akut.
Cara yang paling efektif untuk menangani mata glukoma adalah dengan melakukan pemeriksaan mata rutin setiap tahun. Bila berusia di atas 40, mengidap diabetes atau memiliki riwayat mata glukoma dalam keluarga, lakukan pemeriksaan rutin tiap 6 bulan sekali.

 

Mata Glukoma Dan Faktor Resikonya

 

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Eksoftalmus atau Penonjolan bola mata

Eksoftalmus atau Penonjolan bola mata

Eksoftalmus– Mata bukanlah suatu organ vital bagi manusia, tanpa mata manusia masihdapat hidup, namun keberadaan mata sangatlah penting. Mata adalah jendelakehidupan, tanpa mata manusia tidak dapat melihat apa yang ada di sekelilingnya.Oleh karena itu pemeliharaan mata sangatlah penting.Salah satu struktur mata yang penting adalah orbita. Struktur tulang orbitayang kaku, dengan lubang anterior sebagai satu-satunya tempat untuk ekspansi,setiap penambahan isi orbita yang terjadi di samping atau di belakang bola mataakan mendorong organ tersebut ke depan dan akan menimbulkan perubahan letak dari bola mata ke depan dan mengakibatkan eksoftalmus (proptosis, protrusiobulbi). Penonjolan bola mata adalah tanda utama penyakit orbita. Lesi-lesiekspansif dapat bersifat jinak atau ganas dan dapat berasal dari tulang, otot, saraf,pembuluh darah, atau jaringan ikat.

Eksoftalmus atau Penonjolan bola mata

Eksoftalmus atau Penonjolan bola mata

Massa dapat bersifat radang, neoplastik,kistik, atau vaskular. Penonjolan itu sendiri tidak bersifat mencederai kecualiapabila kelopak mata tidak mampu menutup kornea. Namun penyebab yangmendasari biasanya serius dan kadang-kadang membahayakan jiwa.Anamnesis dan pemeriksaan fisik memberikan banyak petunjuk mengenaipenyebab proptosis. Kelainan bilateral umumnya mengindikasikan penyakitsistemik. Eksoftalmometer Hertel adalah metode pengukuran standar untuk mengukur tingkat proptosis. Oleh karena itu, pada makalah ini kami mencobamembahas beberapa penyakit yang dapat menyebabkan eksoftalmus.

Eksoftalmus adalah penonjolan abnormal pada salah satu atau kedua bola mata.

Pada beberapa penyakit tiroid, terutama penyakit Grave, jaringan pada rongga orbita dapat membengkak sehingga mendorong bola mata keluar. Hal ini agaknya merupakan penyebab paling sering terjadinya ekoftalmus.

Eksoftalmus dapat terjadi dengan cepat akibat perdarahan di belakang mata, misalnya setelah cedera berat, atau akibat peradangan pada rongga mata. Tumor, baik jinak maupun ganas, dapat terjadi pada rongga orbita di belakang bola mata sehingga mendorong bola mata kedepan. Peradangan dan jaringan fibrosa (pseudotumor) juga dapat menyebabkan proptosis dengan rasa nyeri dan pembengkakan. Trombosis sinus kavernosus menimbulkan pembengkakan karena darah dalam pembuluh darah vena tidak dapat meninggalkan mata. Ganguan hubungan antara pembuluh darah arteri dan vena (malformasi arteriovenosa) di belakang mata dapat menyebabkan proptosis yang berdenyut, dimana mata menonjol dan berdenyut sesuai dengan denyut jantung.

Penyebab Eksoftalmus bermacam –macam antara lain :

  • Penyakit gangguan kelenjar gondok atau thyroid disebut Grave Disease atau Grave Ofthalmopahy (Setiap tahun diperkirakan terdapat 5-6 penderita Grave diantara 100.000 penduduk dan 2/3 nya dengan eksofthalmos)Terjadi penonjolan ke dua bola mata karena ada pembengkaan (hipertrophi) otot penggerak bola mata sehingga mendorong bolamata ke depan.

 

Gejala lain mata eksoftalmus :

  • Perdarahan di belakang bola mata (diruang orbita mata) akibat dari trauma
  • Peradangan di dalam rongga mata
  • Tumor jinak maupun ganas di dalam rongga mata dan di belakang bola mata
  • Pseudotumor (adanya Eksoftalmus/penonjolan bola mata karena adanya inflamasi / peradangan jaringan disekitar bola mata sehingga mendorong bola mata kedepan
  • Kelainan pembuluh darah misalnya Trombosis sinus kavernosus  dan  Malformasi arteriovenosa.
  • Salah satu atau kedua bola mata tampak menonjol keluar.

 

PEMERIKSAAN & PENEGAKAN DIAGNOSA

Dijumpai adanya Eksoftalmus/penonjolan bola mata, dan diukur dengan penggaris biasa atau dengan alat yang disebut ofthalmometer Hertel. Setiap mata yang menonjol tidak selalu eksofthalmos.

Pemeriksaan lainnya dilakukan adalah Foto Ro Orbita, CT) Scan Orbita, MRI Jaringan Orbita dan Pemeriksaan Laboratorium tes fungsi thyoid, (dengan diperiksa T3, T4 dan TSH)

 

PENGOBATAN

Pengobatan tergantung kepada penyebabnya. Jika terdapat kelainan pada hubungan antara arteri dan vena, maka perlu dilakukan pembedahan. Jika penyebabnya adalah hipertiroidisme (terlalu banyak hormon tiroid) maka dilakukan pengobatan terhadap hipertiroidisme. Namun pengobatan tiroid biasanya tidak dapat menghilangkan penonjolan mata.

Perdarahan atau peradangan dapat diatasi dengan mengobati penyebabnya. Tumor (tergantung dari jenis tumor) dapat diobati dengan kemoterapi, terapi radiasi, atau pembedahan. Pemberian kortikosteroid dapat membantu mengatasi peradangan yang disebabkan oleh pseudotumor.

Penanganan untuk mengatasi gejala-gejala proptosis itu sendiri dapat berupa pemberian obat tetes mata (air mata buatan) untuk mengatasi kekeringan pada mata (jika terjadi proptosis ringan), atau pemberian kortikosteroid, terapi radiasi, atau pembedahan jika terjadi proptosis berat. Jika kelopak mata tidak dapat menutupi bola mata yang menonjol, mungkin perlu dilakukan pembedahan kelopak mata untuk membantu melindungi kornea terhadap kekeringan dan infeksi.

 

KOMPLIKASI EKSOFTALMUS

Komplikasi eksoftalmus karena kelopak mata tidak dapat menutup dengan baik dapat  terjadi kerusakan kornea dan konjungtivitis.

 

Eksoftalmus atau Penonjolan bola mata

 

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Hordeolum adalah Penyakit Mata

Hordeolum adalah Penyakit Mata

Hampir setiap orang mengenal timbilen atau timbil yang dalam bahasa medis disebut Hordeolum. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, mulai anak-anak hingga orang tua. Disebutkan bahwa angka kejadian pada usia dewasa lebih banyak dibanding anak-anak. Tidak ada perbedaan angka kejadian (insidens rate) antara wanita dengan pria. Adakalanya seseorang mudah banget mengalami timbilen (berulang). Ibaratnya, baru sembuh yang satu, kemudian muncul lagi timbil di tempat yang lain.

 

Hordeolum adalah suatu infeksi pada satu atau beberapa kelenjar di tepi atau di bawah kelopak mata. Bisa terbentuk lebih dari 1 hordeolum pada saat yang bersamaan dan biasanya timbul dalam beberapa hari dan bisa sembuh secara spontan. Penyebabnya ialah bakteri dari kulit (biasanya disebabkan oleh bakteri stafilokokus).  Gejala dan tanda pada Hordeolum biasanya berawal sebagai kemerahan, nyeri bila ditekan dan nyeri pada tepi kelopak mata.

Mata mungkin berair, peka terhadap cahaya terang dan penderita merasa ada sesuatu di matanya.  Biasanya hanya sebagian kecil daerah kelopak yang membengkak, meskipun kadang seluruh kelopak membengkak. Di tengah daerah yang membengkak seringkali terlihat bintik kecil yang berwarna kekuningan. Bisa terbentuk abses (kantong nanah) yang cenderung pecah dan melepaskan sejumlah nanah. Pencegahannya yaitu selalu mencuci tangan terlebih dahulu sebelum menyentuh kulit di sekitar mata. Selain itu bersihkan minyak yang berlebihan di tepi kelopak mata secara perlahan.

Hordeolum adalah Penyakit Mata

Hordeolum adalah Penyakit Mata

Hordeolum dapat timbul pada 1 kelenjar kelopak mata atau lebih. Kelenjar kelopak mata tersebut meliputi kelenjar Meibom, kelenjar Zeis dan Moll.

Berdasarkan tempatnya, hordeolum terbagi menjadi 2 jenis :

  • Hordeolum interna, terjadi pada kelenjar Meibom. Pada hordeolum interna ini benjolan mengarah ke konjungtiva (selaput kelopak mata bagian dalam).
  • Hordeolum eksterna, terjadi pada kelenjar Zeis dan kelenjar Moll. Benjolan nampak dari luar pada kulit kelopak mata bagian luar (palpebra).

 

Penyebab Hordeolum

Hordeolum adalah infeksi akut pada kelenjar minyak di dalam kelopak mata yang disebabkan oleh bakteri dari kulit (biasanya disebabkan oleh bakteri stafilokokus).

  • Hordeolum sama dengan jerawat pada kulit.
  • Hordeolum kadang timbul bersamaan dengan atau sesudah blefaritis.
  • Hordeolum bisa timbul secara berulang.

 

Gejala Penyakit Hordeolum

Hordeolum biasanya berawal sebagai kemerahan, nyeri bila ditekan dan nyeri pada tepi kelopak mata.

Mata mungkin berair, peka terhadap cahaya terang dan penderita merasa ada sesuatu di matanya.

Biasanya hanya sebagian kecil daerah kelopak yang membengkak, meskipun kadang seluruh kelopak membengkak.

Di tengah daerah yang membengkak seringkali terlihat bintik kecil yang berwarna kekuningan.

Bisa terbentuk abses (kantong nanah) yang cenderung pecah dan melepaskan sejumlah nanah.

 

Diagnosa

  1. Gangguan persepsi sensori penglihatan berhubungan dengan penurunan penglihatan  akibat edema pada kelopak mata
  2. Nyeri berhubungan dengan proses inflamasi ditandai dengan edema pada kelopak mata dan kemerahan.
  3. Gangguan citra tubuh berhubungan dengan proses inflamasi ditandai dengan edema pada kelopak mata.

 

Pengobatan

Hordeolum bisa diobati dengan kompres hangat selama 10 menit sebanyak 4 kali/hari. Jangan mencoba memecahkan hordeolum, biarkan pecah sendiri.

Krim antibiotik kadang digunakan untuk hordeolum yang berulang atau menetap (yang disebabkan oleh bakteri).

Hordeolum interna adalah hordeolum yang terbentuk pada kelenjar yang lebih dalam. Gejalanya lebih berat dan jarang pecah sendiri, karena itu biasanya dokter akan menyayatnya supaya nanah keluar.

PENCEGAHAN

  • Jaga kebersihan wajah dan membiasakan mencuci tangan sebelum menyentuh wajah agar hordeolum tidak mudah berulang.
  • Usap kelopak mata dengan lembut menggunakan washlap hangat untuk membersihkan ekskresi kelenjar lemak.
  • Jaga kebersihan peralatan make-up mata agar tidak terkontaminasi oleh kuman.
  • Gunakan kacamata pelindung jika bepergian di daerah berdebu.

ANJURAN UNTUK PENDERITA

  • Hindari mengucek-ucek atau menekan hordeolum.
  • Jangan memencet hordeolum. Biarkan hordeolum pecah dengan sendirinya, kemudian bersihkan dengan kasa steril ketika keluar nanah atau cairan dari hordeolum.
  • Tutup mata pada saat membersihkan hordeolum.
  • Untuk sementara hentikan pemakaian make-up pada mata.
  • Lepaskan lensa kontak (contact lenses) selama masa pengobatan.
  • Dan selalu menjaga kebersihan mata jangan lupa membersihkan area mata setiap habis beraktifitas

 

Hordeolum adalah Penyakit Mata

 

 

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Glukoma Apa Itu?

Glukoma Apa Itu?

Glukoma adalah salah satu jenis penyakit mata dengan gejala yang tidak langsung, yang secara bertahap menyebabkan penglihatan pandangan mata semakin lama akan semakin berkurang sehingga akhirnya mata akan menjadi buta. Hal ini disebabkan karena saluran cairan yang keluar dari bola mata terhambat sehingga bola mata akan membesar dan bola mata akan menekan saraf mata yang berada di belakang bola mata yang akhirnya saraf mata tidak mendapatkan aliran darah sehingga saraf mata akan mati.

Glukoma disebabkan saluran cairan yang keluar dari bola mata terhambat sehingga bola mata akan membesar dan bola mata akan menekan saraf mata yang berada di belakang bola mata yang akhirnya saraf mata tidak mendapatkan aliran darah sehingga saraf mata akan mati.

Glukoma Apa Itu?

Glukoma Apa Itu?

Faktor risiko

Glukoma bisa menyerang siapa saja. Deteksi dan penanganan dini adalah jalan satu-satunya untuk menghindari kerusakan penglihatan serius akibat glukoma. Bagi Anda yang berisiko tinggi disarankan untuk memeriksakan mata Anda secara teratur sejak usia 35 tahun.

Gejala

Gejala yang dirasakan pertama kali antara lain : bila memandang lampu neon/sumber cahaya maka akan timbul warna pelangi di sekitar neon tersebut, mata terasa sakit karena posisi mata dalam keadaan membengkak, penglihatan yang tadinya kabur lama kelamaan akan kembali normal, rasa ingin mengedip terus-menerus dengan menekan kedipan berlebihan. Hal inilah yang membuat para penderita glukoma tidak menyadari bahwa ia sudah menderita penyakit mata yang kronis. Glukoma ini dapat diderita kedua mata dari si penderita dan jalan satu-satunya untuk mengatasi penyakit ini adalah dengan operasi.

Berikut cara pengobatan alami yang bisa dilakukan:

  1. Anda bisa mempertimbangkan menggunakan tetes mata untuk mengontrol glukoma.
  • Prostaglandin. Dokter sering meresepkan prostaglandin untuk mengobati glukoma sudut terbuka. Ini obat tetes mata meningkatkan aliran cairan di mata Anda (aqueous humor) dan mengurangi tekanan pada mata Anda. Contohnya termasuk latanoprost (Xalatan) dan bimatoprost (Lumigan). Kemungkinan efek samping termasuk kemerahan ringan dan menyengat dari mata dan penggelapan iris, perubahan pigmen pada kulit kelopak mata dan penglihatan kabur.
  • Beta blockers. Ini mengurangi produksi cairan di mata dan tekanan dalam mata (intraocular pressure). Contohnya termasuk timolol (Betimol, Timoptic) dan Betaxolol (Betoptic). Kemungkinan efek samping termasuk kesulitan bernapas, detak jantung melambat, tekanan darah rendah, impotensi dan kelelahan. Jika Anda memiliki paru-paru atau kondisi jantung, Anda bias mencari obat selain beta blockers karena beta blockers dapat memperburuk masalah pernapasan.
  • Alpha-adrenergic agonis. Obat-obat ini mengurangi produksi aqueous humor dan meningkatkan arus keluar cairan di mata Anda. Contohnya termasuk apraclonidine (Iopidine) dan brimonidine (Alphagan). Kemungkinan efek samping termasuk denyut jantung tidak teratur, tekanan darah tinggi, mata lelah, merah, gatal atau bengkak, dan mulut kering.
  • Inhibitor anhydrase karbonat. Ini jarang digunakan, tapi obat-obat ini dapat mengurangi produksi cairan di mata Anda. Contohnya termasuk dorzolamide (Trusopt) dan brinzolamide (Azopt). Kemungkinan efek samping termasuk sering buang air kecil dan kesemutan di jari tangan dan kaki.
  • Miotic atau kolinergik agen. Ini juga meningkatkan aliran cairan di mata Anda. Contohnya termasuk pilocarpine (Isopto Carpine) dan carbachol (Isopto carbachol). Kemungkinan efek samping termasuk pupil lebih kecil, penglihatan kabur, atau redup, atau rabun.
  • Gabungan obat. Terkadang dokter meresepkan obat gabungan, seperti beta blocker dan agonis alpha adrenergic, atau beta blocker dan inhibitor anhydrase karbonat.

 

2.  Hindari minuman apa pun dengan kafein yang jumlahnya berlebihan.

3. Latihan aerobik dan peregangan otot ternyata juga bisa menurunkan tekanan mata.

4. Untuk glukoma sudut terbuka dan glukoma sudut tertutup, olahraga dapat bermanfaat.

5. Anda juga bisa mencoba akupunktur sebagai teknik lain untuk mengatasi gejala glukoma.

6. Anda juga bisa menjaga tingkat stres tetap rendah agar bisa mengurangi tekanan di mata.

 

 

Pemeriksaan mata pada glukoma yang biasa dilakukan adalah

  1. Pemeriksaan dengan oftalmoskop adalah untuk mengetahui adanya perubahan pada saraf optikus akibat glaukoma
  2. Pemeriksaan mata secara teratur dan deteksi dini adalah cara terbaik untuk mencegah kerusakan penglihatan akibat glaukoma. Riwayat penyakit Anda akan diteliti dokter spesialis mata Anda untuk mencari faktor resiko glukoma. Sebuah alat khusus yang disebut Tonometer digunakan untuk mengukur tekanan pada mata.
  3. Pemeriksaan gonioskopi (lensa khusus untuk mengamati saluran humor aqueus.)
  4. Pemeriksaan lapang penglihatan atau Perimetry bertujuan untuk melihat luasnya kerusakan syaraf mata. Selama pemeriksaan ini Anda akan diminta untuk melihat suatu titik di tengah layar dan menekan tombol ketika Anda melihat munculnya titik-titik cahaya di sekitar layar.
  5. Pemeriksan slit lamp
  6. Ketajaman penglihatan.
  7. Respon refleks pupil.
  8. Tes refraksi

 

Glukoma Apa Itu?

 

 

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Faktor Resiko Glukoma

Faktor Resiko Glukoma

Faktor Resiko– Glaukoma adalah nama penyakit yang diberikan untuk sekumpulan penyakit mata dimana terjadi kerusakan syaraf mata (nervus opticus) yang terletak di belakang mata dan mengakibatkan penurunan penglihatan tepi (perifer) dan berakhir dengan kebutaan.

Glaukoma merupakan penyebab kebutaan ke-2 di dunia, diperkirakan 70 juta orang di dunia menderita glaukoma. Dengan memeriksakan mata lebih dini, maka kebutaan akibat glaukoma dapat dicegah. Faktor Resiko– Meski tidak ada cara untuk menyembuhkan glaukoma, namun kerusakan pandangan dapat dikontrol atau dicegah. Faktor Resiko- Penanganan termasuk : tetes mata, laser (laser trabeculoplasty) jika pakai tetes mata tidak menghentikan kerusakan atau dengan cara pembedahan (trabeculectomy) jika tetes mata dan sistem laser tidak mampu menghentikan kerusakan penglihatan.

Faktor Resiko– Ada banyak tipe-tipe berbeda dari glaucoma. Paling banyak, bagaimanapun, dapat digolongkan sebagai open-angle glaucomas, yang adalah kondisi-kondisi kronis, atau closed-angle (angle closure) glaucomas, yang termasuk kondisi-kodisi yang terjadi mendadak (akut). Faktor Resiko- Glaucoma umumnya mempengaruhi kedua mata, namun penyakit ini dapat maju lebih cepat pada mata yang satu daripada mata yang lainnya. Keterlibatan dari hanya satu mata saja terjadi hanya ketika glaucoma ditimbulkan oleh faktor-faktor seperti luka, peradangan, atau pemakaian steroids pada mata itu.

Faktor Resiko Glukoma

Faktor Resiko Glukoma

Faktor Resiko– Glaukoma akut:
1. Lebih mudah terdeteksi dengan menggunakan lampu senter.
2. Tanda yang terlihat adalah lapisan kornea mata yang hitam akan berwarna keruh
3. Mata merah dan mengalami nyeri hebat yang rasanya mata seperti mau copot
4. Diikuti dengan mual dan muntah.

Penyebabnya Faktor Resiko Glukoma:

  1. Anatomi mata yang lebih kecil dari mata normal, diameter kornea lebih kecil dan hipermetropi (menggunakan kacamata lensa plus).
  2. Pencetus lainnya yaitu emosi, obat-obatan, lensa yang menggendut (swolen lens) dan penerangan yang redup.

Salah satu gejala untuk glaukoma akut juga bisa dilihat melalui cahaya, jika seseorang dari ruangan terang masuk ke ruang gelap dan mata terasa sakit, tapi sakitnya hilang ketika orang tersebut kembali ke ruangan yang terang. Ini bisa menjadi indikasi awal.

Faktor Resiko- Glaukoma kronik:

  1. Tidak menunjukkan gejala dan hanya bisa diketahui melalui deteksi dini.
  2. Mata terlihat normal dan kerusakan saraf terjadi secara pelan-pelan sehingga tidak disadari.

Faktor Resiko- Sayangnya banyak orang tidak menyadari adanya gejala glaukoma kronis sampai penglihatannya sudah mencapai tahap kerusakan yang parah dan permanen. Karena itu, sangatlah penting untuk menyadari semua faktor risiko penyakit ini.

Usia
Faktor Resiko– Glaukoma kronis jarang terjadi sebelum usia 40 tahun. Risiko terkena glaukoma hampir meningkat dua kali setiap 10 tahun setelah usia 50 tahun. Glaukoma kronis umumnya terjadi pada perempuan usia lanjut.

Ras
Faktor Resiko- Kecenderungan orang kulit hitam terserang glaukoma tiga sampai empat kali lebih besar dibandingkan dengan orang kulit putih, dan enam kali lebih besar untuk menderita kebutaan permanen akibat glaukoma. Orang Asia, khususnya keturunan Vietnam, juga beresiko lebih besar.

Keturunan
Faktor Resiko- Glaukoma bisa diturunkan dalam keluarga. Apabila salah satu orangtua Anda mengidap glaukoma, maka risiko Anda terkena glaukoma mencapai sekitar 20 persen. Apabila saudara kandung Anda mengidapnya, maka kemungkinan Anda terkena glaukoma mencapai 50 persen.

Kondisi medis
Faktor Resiko- Bila Anda mengidap diabetes, maka risiko Anda terkena glaukoma tiga kali lebih besar dibandingkan mereka yang tidak mengidap diabetes. Adanya riwayat tekanan darah tinggi atau penyakit jantung juga dapat meningkatkan risiko. Selain itu, penyakit radang mata, seperti iritis, tumor mata, terlepasnya retina serta pembedahan mata juga meningkatkan risiko terjadinya glaukoma.

Rabun jauh
Faktor Resiko- Hasil kajian yang ekstensif menunjukkan bahwa pengidap rabun jauh (miopia) beresiko dua hingga tiga kali lebih besar terkena glaukoma dibanding mereka yang tidak menderita miopia.

Cedera fisik
Faktor Resiko- Trauma parah, seperti mata terkena pukulan, dapat meningkatkan tekanan pada mata. Cedera juga dapat mengeser letak lensa, sehingga sudut drainase tertutup.

Penggunaan kortikosteroid yang berkepanjangan
Faktor Resiko- Tetes mata kortikosteroid yang digunakan selama jangka waktu panjang untuk mengobati suatu penyakit juga bisa meningkatkan risiko Anda terkena glaukoma.

 

Faktor Resiko Glukoma

 

 

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Bahaya Penyakit Glukoma

Bahaya Penyakit Glukoma

Jangan Sampai Mata Buta Karena Telat Deteksi Glukoma

Bahaya Penyakit Glukoma– Jalan sering kesandung, jatuh dan suka nabrak adalah ciri-ciri terjadinya gangguan penglihatan. Kalau cuma mata minus atau plus bisa dibantu dengan kacamata, tapi kalau sudah terkena glukoma taruhannya mata bisa buta.

Bahaya Penyakit Glukoma– Pakar menyarankan jangan sampai mata buta akibat glaukoma karena telat dideteksi. Mata memegang peranan penting dalam hidup manusia, sebesar 83 persen informasi yang didapatkan seseorang setiap harinya berasal dari mata.

Bahaya Penyakit Glukoma

Bahaya Penyakit Glukoma

 

Bahaya Penyakit Glukoma– Jika seseorang mengalami masalah pada penglihatannya, maka secara otomatis hal ini juga bisa membuat kualitas hidupnya menurun.

Bahaya Penyakit Glukoma– Di Indonesia glukoma telah menjadi penyebab kebutaan nomor dua setelah katarak. Berbeda dengan katarak yang masih bisa dioperasi, glukoma adalah ‘si pencuri penglihatan’ yang tidak bisa disembuhkan karena kerusakan yang terjadi pada saraf matanya.

Bahaya Penyakit Glukoma yang menyebabkan kebutaan permanen dan hanya bisa dicegah dengan cara deteksi dini. Kebanyakan pasien tidak menyadari bahwa dirinya menderita glaukoma, sehingga rata-rata baru ke rumah sakit setelah mengalami kebutaan di salah satu mata atau kedua matanya. Karena itu glaukoma disebut juga sebagai ‘si pencuri penglihatan’.

Bahaya Penyakit Glukoma- Glukoma adalah salah satu kondisi kerusakan saraf mata yang disertai dengan berkurangnya lapangan pandang, hal ini terkait dengan beberapa faktor yang salah satunya akibat tekanan bola mata yang tinggi.

Bahaya Penyakit Glukoma- Tekanan bola mata yang normal adalah sekitar 10-21 mmHg, jika tekanan bola matanya melebihi batas itu maka berisiko terkena glaukoma yang bisa mengakibatkan kebutaan permanen.

Bahaya Penyakit Glukoma- Badan kesehatan dunia (WHO) menuturkan sebanyak 90 persen kasus glaukoma di negara berkembang tidak terdeteksi. Hal ini disebabkan deteksi untuk penyakit glaukoma cukup sulit dan membutuhkan peran aktif dari masyarakat serta dukungan dari pelayanan kesehatan dan pemerintah.

Bahaya Penyakit Glukoma- Salah satu cara untuk mencegah glukoma adalah dengan melakukan deteksi dini terutama bagi orang yang sudah berusia di atas 40 tahun. Biasanya orang yang glaukoma juga ada yang menunjukkan gejala seperti kesandung, jatuh, suka nabrak tapi hanya sedikit yang merasa sakit.

Bahaya Penyakit Glukoma- Penyakit glaukoma dibagi menjadi dua tipe yaitu glaukoma akut (biasanya mudah terlihat) dan glaukoma kronik.

Glukoma akut:
1. Lebih mudah terdeteksi dengan menggunakan lampu senter.
2. Tanda yang terlihat adalah lapisan kornea mata yang hitam akan berwarna keruh
3. Mata merah dan mengalami nyeri hebat yang rasanya mata seperti mau copot
4. Diikuti dengan mual dan muntah.

Penyebabnya:
1. Anatomi mata yang lebih kecil dari mata normal, diameter kornea lebih kecil dan hipermetropi (menggunakan kacamata lensa plus).
2. Pencetus lainnya yaitu emosi, obat-obatan, lensa yang menggendut (swolen lens) dan penerangan yang redup.

Bahaya Penyakit Glukoma- Salah satu gejala untuk glukoma akut juga bisa dilihat melalui cahaya, jika seseorang dari ruangan terang masuk ke ruang gelap dan mata terasa sakit, tapi sakitnya hilang ketika orang tersebut kembali ke ruangan yang terang. Ini bisa menjadi indikasi awal.

Glukoma kronik:
1. Tidak menunjukkan gejala dan hanya bisa diketahui melalui deteksi dini.
2. Mata terlihat normal dan kerusakan saraf terjadi secara pelan-pelan sehingga tidak disadari.

Faktor risiko:
1. Ada anggota keluarga yang menderita glaukoma
2. Mengalami myopia (menggunakan lensa minus berat atau diatas minus 3)
3. Memiliki penyakit hipertensi, hipotensi, migren, gangguan vaskuler dan diabetes melitus.

Bahaya Penyakit Glukoma- Jika glaukoma bisa dideteksi lebih dini, perawatan yang diberikan bisa dengan menggunakan obat-obatan untuk menurunkan tekanan bola mata sehingga bisa mencegah kebutaan.

Bahaya Penyakit Glukoma- Tapi jika obat-obatan sudah tidak mempan, maka jalan satu-satunya adalah melalui tindakan laser atau operasi untuk membuat saluran baru agar cairan dalam bola mata bisa keluar.

Bahaya Penyakit Glukoma- Glukoma merupakan penyakit yang tidak bisa disembuhkan, sama seperti hipertensi atau DM yang membuat pasiennya harus mengonsumsi obat terus menerus dan harus tetap mengontrol tekanan bola matanya agar tidak naik lagi. Karena itu deteksi dini penting dilakukan.

 

Bahaya Penyakit Glukoma

 

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Pengertian Glukoma Yaitu

Pengertian Glukoma Yaitu

 

Pengertian Glukoma– Mata mempunyai peranan yang vital dalam kehidupan manusia. Mata yang berfungsi dengan baik adalah anugerah dalam menikmati keindahan alam dunia ini. Namun tak semua manusia mempuyai mata yang sempurna. Ada sejumlah orang yang mengalami kelainan pada mata. Ada beberapa gangguan pada mata yang umum ditemui di masyarakat.  Secara ilmiah kemampuan lensa membuat fokus bayangan di retina berlainan dari orang yang satu ke orang yang lain.

Pengertian Glukoma adalah glukoma merupakan  salah satu jenis penyakit mata dengan gejala yang tidak langsung, yang secara bertahap menyebabkan penglihatan pandangan mata semakin lama akan semakin berkurang sehingga akhirnya mata akan menjadi buta. Hal ini disebabkan karena saluran cairan yang keluar dari bola mata terhambat sehingga bola mata akan membesar dan bola mata akan menekan saraf mata yang berada di belakang bola mata yang akhirnya saraf mata tidak mendapatkan aliran darah sehingga saraf mata akan mati.

Pengertian Glukoma – Glukoma disebabkan saluran cairan yang keluar dari bola mata terhambat sehingga bola mata akan membesar dan bola mata akan menekan saraf mata yang berada di belakang bola mata yang akhirnya saraf mata tidak mendapatkan aliran darah sehingga saraf mata akan mati.

Pengertian Glukoma– Glukoma bisa menyerang siapa saja. Deteksi dan penanganan dini adalah jalan satu-satunya untuk menghindari kerusakan penglihatan serius akibat glaukoma. Bagi Anda yang berisiko tinggi disarankan untuk memeriksakan mata Anda secara teratur sejak usia 35 tahun.

Pengertian Glukoma- Risiko glukoma bertambah tinggi dengan bertambahnya usia. Terdapat 2% dari populasi usia 40 tahun yang terkena glukoma. Angka ini akan bertambah dengan bertambahnya usia

Pengertian Glukoma- Riwayat anggota keluarga yang terkena glukoma
Untuk glaukoma jenis tertentu, anggota keluarga penderita glukoma mempunyai resiko 6 kali lebih besar untuk terkena glukoma. Resiko terbesar adalah kakak-beradik kemudian hubungan orang tua dan anak-anak.

Pengertian Glukoma- Tekanan bola mata
Tekanan bola mata diatas 21 mmHg berisiko tinggi terkena glukoma. Meskipun untuk sebagian individu, tekanan bola mata yang lebih rendah sudah dapat merusak saraf optik. Untuk mengukur tekanan bola mata dapat dilakukan dirumah sakit mata dan/atau dokter spesialis mata.

 Pengertian Glukoma Yaitu

Pengertian Glukoma Yaitu

Pengertian Glukoma- Terdapat 4 jenis glaukoma :
– Jenis Glaukoma sudut terbuka
– Jenis Glaukoma sudut tertutup
– Jenis Glaukoma kongenitalis
– Jenis Glaukoma sekunder

Keempat jenis glaukoma ditandai dengan peningkatan tekanan di dalam bola mata dan karenanya semuanya bisa menyebabkan kerusakan saraf optikus yang progresif.

Pengrtian Glukoma primer
– Pengertian Glukoma sudut terbuka
adalah Merupakan sebagian besar dari glaukoma ( 90-95% ) , yang meliputi kedua mata. Timbulnya kejadian dan kelainan berkembang secara lambat. Disebut sudut terbuka karena humor aqueousmempunyai pintu terbuka ke jaringan trabekular. Pengaliran dihambat oleh perubahan degeneratif jaringan rabekular, saluran schleem, dan saluran yg berdekatan. Perubahan saraf optik juga dapat terjadi. Gejala awal biasanya tidak ada, kelainan diagnose dengan peningkatan TIO dan sudut ruang anterior normal. Peningkatan tekanan dapat dihubungkan dengan nyeri mata yang timbul.

– Pengrtian Glukoma sudut tertutup(sudut sempit)
Disebut sudut tertutup karena ruang anterior secara anatomis menyempit sehingga iris terdorong ke depan, menempel ke jaringan trabekular dan menghambat humor aqueous mengalir ke saluran schlemm. Pergerakan iris ke depan dapat karena peningkatan tekanan vitreus, penambahan cairan di ruang posterior atau lensa yang mengeras karena usia tua. Pengrtian Glukoma- Gejala yang timbul dari penutupan yang tiba- tiba dan meningkatnya TIO, dapat berupa nyeri mata yang berat, penglihatan yang kabur dan terlihat hal. Penempelan iris menyebabkan dilatasi pupil, bila tidak segera ditangani akan terjadi kebutaan dan nyeri yang hebat.

Pengertian  Glukoma sekunder
Dapat terjadi dari peradangan mata , perubahan pembuluh darah dan trauma . Dapat mirip dengan sudut terbuka atau tertutup tergantung pada penyebab.
– Perubahan lensa
– Kelainan uvea
– Trauma
– bedah

Pengertian Glukoma- Penyebab yang paling sering ditemukan adalah uveitis. Penyebab lainnya adalah penyumbatan vena oftalmikus, cedera mata, pembedahan mata dan perdarahan ke dalam mata. Beberapa obat (misalnya kortikosteroid) juga bisa menyebabkan peningkatan tekanan intraokuler.

Pengertian Glukoma- Segera lakukan kontrol ke dokter spesialis mata. Untuk diperiksa tekanan intraokular, keadaan lapang pandang, dan keadaan jaringan saraf optik. Apakah semuanya masih dalam keadaan  baik dan apakah semuanya masih terkontrol.

Pengertian Glukoma- Keterlambatan dalam penanganan glaukoma dapat merugikan pasien karena dapat mengurangi kualitas lapang pandang bahkan dapat berakhir pada kebutaan total.

 

Pengertian Glukoma Yaitu

 

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Cara Menyembuhkan Glaukoma

Cara Menyembuhkan Glaukoma

Penyakit glaukoma dapat menyebabkan kebutaan permanen jika tidak di obati dengan segera.

Cara Menyembuhkan Glaukoma– Glaukoma memang bukanlah suatu penyakit, kekomplekan dari ganguan tekanan intraokuler yang mana mempunyai karakteristik gejala peningkatan tekanan intraokular pada orang dewasa. Penyakit glaukoma merupakan salah satu penyakit yang terjadi pada bagian mata. Jika penyakit glaukoma ini di biarkan terus menerus tanpa mendapatkan pengobatan, maka penyakit ini dapat menyebabkan kebutaan pada penderitanya. Cara Menyembuhkan Glaukoma– Pencegahan lebih baik di lakukan sedini mungkin, karena resiko untuk terserang penyakit ini selalu ada. Terutama untuk mereka yang memiliki keturunan atau riwayat penyakit glaukoma ini sebelumnya.

Di Indonesia glaukoma telah menjadi penyebab kebutaan nomor dua setelah katarak. Berbeda dengan katarak yang masih bisa dioperasi, glaukoma adalah ‘si pencuri penglihatan’ yang tidak bisa disembuhkan karena kerusakan yang terjadi pada saraf matanya.

Cara Menyembuhkan Glaukoma– Penyakit glaukoma di bagi menjadi beberapa golongan sesuai dengan kondisinya. Diantaranya adalah :

  • Glaukoma sekunder
  • Glaukoma primer
  • Glaukoma Kongenital
  • Glaukoma SUdut tertutup akut

Cara Menyembuhkan Glaukoma- Pada kasus glaukoma Sekunder, disebabkan oleh kondisi lain seperti katarak, diabetes, trauma, arthritis maupun operasi mata yang di lakukan sebelumnya. Obat tetes mata atau tablet yang mengandung steroid juga dapat meningkatkan tekanan pada mata. Cara Menyembuhkan Glaukoma– Karena itu tekanan pada mata harus diukur teratur bila sedang menggunakan obat-obatan tersebut.

Cara menyembuhkan glaukoma- Sedangkan pada glaukoma Sudut-Terbuka Primer ,glaukoma ini merupakan tipe yang paling umum dijumpai. Glaukoma jenis ini bersifat turunan, sehingga risiko tinggi bila ada riwayat dalam keluarga yang menderita penyakit glaukoma ini sebelumnya . Biasanya terjadi pada usia dewasa dan berkembang perlahan-lahan selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Cara Menyembuhkan Glaukoma– Seringkali tidak ada gejala sampai terjadi kerusakan berat dari syaraf optik dan penglihatan terpengaruh secara permanen.

Cara Menyembuhkan Glaukoma- Glaukoma Kongenital ditemukan pada saat kelahiran atau segera setelah kelahiran, biasanya penyakit glaukoma jenis ini disebabkan oleh sistem saluran pembuangan cairan di dalam mata yang tidak berfungsi dengan baik. Akibatnya tekanan bola mata menjadi meningkat terus dan menyebabkan pembesaran pada mata bayi, bagian depan mata berair dan berkabut dan peka terhadap cahaya.

cara menyembuhkan glaukoma

cara menyembuhkan glaukoma

Gejala Glaukoma :

Cara Menyembuhkan Glaukoma- Pada penderita glaukoma terkadang gejala yang timbul berbeda. Namun ada beberapa gejala yang paling umum di rasakan oleh penderita glaukoma adalah sebagai berikut :

  • Bila memandang lampu/cahaya maka akan timbul warna pelangi di sekitar warna tersbut.
  • Mata terasa sakit karna posisi mata berada dalam keaadan membengkak.
  • Penglihatan yang tadinya kabur lama kelamaan akan kembali normal.
  • Rasa ingin mengedip terus menerus, dengan menekan kedipan berlebihan.
  • Hal inilah yang membuat penderita glukoma tidak menyadari bahwa ia telah menderita penyakit mata yang kronis,penyakit glukoma ini dapat di derita kedua matanya.

Cara Menyembuhkan Glaukoma- Adapum Makanan yang harus dipantang oleh penderita glaucoma adalah :

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, Anda perlu memperhatikan apa yang Anda makan, karena banyak penyakit yang disebabkan karena makanan yang dilarang dikonsumsi justru termakan. Cara Menyembuhkan Glaukoma- Tidak semua makanan yang tersedia di meja makan kita aman untuk penderita penyakit glaukoma, tentunya ada beberapa jenis makanan yang termasuk ke dalam pantangan penyakit glaukoma. Lalu, apa saja yang termasuk ke dalam pantangan makanan untuk penyakit glaukoma? beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Kurangi konsumsi kopi
  2. Putih telur
  3. Teh
  4. Coklat
  5. Soft drink
  6. Daging berserat merah

Cara Menyembuhkan Glaukoma- Jika glaukoma bisa dideteksi lebih dini, perawatan yang diberikan bisa dengan menggunakan obat-obatan untuk menurunkan tekanan bola mata sehingga bisa mencegah kebutaan.

Cara Menyembuhkan Glaukoma- Tapi jika obat-obatan sudah tidak mempan, maka jalan satu-satunya adalah melalui tindakan laser atau operasi untuk membuat saluran baru agar cairan dalam bola mata bisa keluar.

Cara Menyembuhkan Glaukoma- Glaukoma merupakan penyakit yang tidak bisa disembuhkan, sama seperti hipertensi atau DM yang membuat pasiennya harus mengonsumsi obat terus menerus dan harus tetap mengontrol tekanan bola matanya agar tidak naik lagi. Karena itu deteksi dini penting dilakukan.

 

Cara Menyembuhkan Glaukoma

 

 

 

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Glukoma Kongenital

Glukoma Kongenital

Glukoma Kongenital– GLUKOMA adalah jenis kelainan mata yang disebabkan oleh peningkatan tekanan cairan di dalam bola mata. Dalam keadaan normal, cairan ini dihasilkan di dalam bilik posterior, melewati pupil, lalu mengalir ke bilik anterior dan dikeluarkan melalui sebuah saluran. Walaupun glaukoma banyak diderita oleh mereka yang berumur di atas 40 tahun, namun ada pula glaukoma yang terjadi pada anak-anak, yaitu glukoma kongenital.